Rabu, 23 Agustus 2017

Mencari Ilmu Agama Adalah Jalan Ke Surga



Mukadimah :

“Apakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang-orng yang tidak berilmu?” (Az-zumar:9)

“Alloh meninggikan diantara kamu orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.” (Al-mujadilah : 11)

“Sesungguhnya yang takut kepada Alloh diantara hamba-hambaNya adalah orang-orang yang berilmu.”(Fathir:28)

Rasululloh Saw bersabda :

“Barang siapa yang Alloh kehendaki suatu kebaikan pada dirinya,maka Dia memberikan pengetahuan dalam masalah agamanya.”(HR.Bukhori- muslim)
Rasululloh Saw bersabda :

“Barang siapa meniti jalan untuk mencari ilmu,maka Alloh akan memudahkan baginya menuju surga.”(HR.Muslim)
  
Al hasan berkata: “andaikata tidak ada orang berilmu tentu manusia tidak bedanya dengan binatang.”
Muad bin Jabal RA. Berkata: “Pelajarilah ilmu,karena ilmu mencerminkan ketakutan,mengkajinya adalah ibadah,mencarinya adalah jihad,menggunakannya adalah sodakoh.”
”Ka’ab Rohimahulloh berkata:”Alloh mewahyukan kepada musa As; Pelajarilah ilmu/kebaikan wahai musa,dan ajarkanlah kepada manusia.Karena Aku membuat kuburan orang yang mengajarkan kebaikan dan mempelajarinya,”bercahaya”,hingga mereka tidak merasa kesepian di tempatnya.”

Rasululloh Saw bersabda :

“Sesunguhnya Allah dan para malaikatNya,penghuni langit dan bumi,termasuk pula semut di dalam liangnya,termasuk pula ikan paus,benar-benar bersholawat kepada orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.”(HR.Tirmidzi)

Mencari Ilmu Adalah wajib

Rasululloh Saw bersabda :

”Mencari ilmu itu fardhu (wajib) atas setiap muslim.”(HR.Ahmad dan Ibnu Majah)

Ilmu yang di maksud di sini adalah Ilmu muamalah hamba terhadap Rabbnya. Muamalah yang dibebankan meliputi tiga macam : keyakinan, perbuatan,dan apa yang harus ditinggalkan.

Yang di maksud dengan ilmu keyakinan adalah keyakinan memahami dua kalimah syahadat,hari berbangkit,surge dan neraka.Sedang ilmu perbuatan adalahmendirikan sholat,puasa,zakat serta hukum dan aturan – aturannya.
Tentang hal – hal yang harus ditinggalkan,maka tergantung kondisinya. Jika di suatu Negara ada kebiasaan minum khomer dan pakaian sutera, maka diwajibkan mengetahui pengharamannya.Jika dia berada di suatu negeri yang banyak bid’ahnya,maka dia harus mengetahui mana yang haq.Jika seorang pedagang di sekitarnya melakukan riba,maka dia harus mempelajari bagaimana mewaspadai riba.

Sedang yang termasuk ilmu fardhu kifayah adalah setiap ilmu yang di butuhkan untuk menjaga kelangsungan hidup di dunia.Seperti ilmu kedokteran,ilmu hitung,ilmu keterampilan dll.Ilmu kedokteran sangat urgen untuk menjaga kesehatan,ilmu hitung sangat di butuhkan untuk membagi warisan,wasiat,hitung jual beli dll.Jika suatu negeri tidak ada yang menguasai ilmu – ilmu semacam ini, maka mereka semua adalah orang – orang  yang berdosa. Tapi jika sudah ada seseorang atau dua orang yang menguasainya,maka kewajiban menjadi gugur.

Orang berilmu yang ilmunya tidak bermanfaat
Mendebatkan suatu topik masalah dengan tujuan untuk mencari kemenangan dan pamor merupakan sumber akhlak yang tercela.Dia tidak selamat dari riya dan ujub teradap dirinya sendiri.Maka ilmunya tidak akan bermanfaat.
Rasululloh SAW bersabda:

“Orang yang paling keras azabnya pada hari kiamat adalah orang berilmu yang ilmunya tidak bermanfaat bagi dirinya.”(HR.Thabroni,Ibnu Ady dan baihaqi)

Adab - Adab Murid

Murid harus membersihkan jiwanya terlebih dahulu dari akhlak yang hina dan sifat –  sifat yang tercela.Sebab ilmu merupakan ibadah hati.
Murid harus merendahkan diri dan benar – benar nurut kepada guru.seperti pasien menyerahkan penanganan dirinya kepada dokter.

Ali bin Abi Tholib RA berkata: “Diantara hak orang yang berilmu (guru) atas dirimu ialah: Hendaklah engkau mengucapkan salam kepada semua yang hadir,memberi salam hormat secara khusus kepadanya,duduk di hadapannya,tidak menunjuk dengan tangan ke arahnya,tidak memandang secara tajam kepadanya,tidak terlalu banyak mengajukan aertanyaan,tidak membantunya dalam memberikan jawaban,tidak memaksanya jika dia letih,tidak mendebatnya jika dia tidak menginginkannya,tidak memegang bajunya jika dia bangkit,tidak membocorkan rahasianya,tidak menggunjingnya dihadapan orang lain,tidak mencari – cari kesalahannya,jika dia salah bicara di maklumi,tidak boleh berkata di haapannya,”Kudengar Fulan berkata begini,yang berbeda dengan pendapatmu”,jangan katakana di hadapannya bahwa dia adalah seorang ulama,jangan terus menerus menyertainya,jangan sungka –sungkan untuk berbakti kepadanya,jika diketahui dia mempunyai suatu keperluan,maka keperluannya harus segera di penuhi.kedudukan dirinya seperti pohon kurma,sedang engkau menunggu – nunggu apa yang akan jatuh darinya.”

Orang yang menekuni suatu ilmu,sejak semula jangan ada niat untuk tampil beda dengan orang lain,murid harus mengambil yang terbaik dari segala sesuatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wasiat Ibnu Jarroh al Ghomidy Ahmad al Haznawy

As Syahid (Biidznillah Insya Allah) : Ibnu Jarroh al Ghomidy Ahmad al Haznawy ( Salah Seorang Pelaku Peledakan Mubarok 11 September 2001 ...