Rabu, 23 Agustus 2017
Berkorban dahulu, Meraih Pahala Kemudian
Ketahuilah wahai saudaraku -semoga Allah merahmati Anda- sungguh Anda akan menemui masa-masa yang sulit, masa-masa yang melelahkan, dan berbagai ujian, padahal Anda tengah berjalan di atas jalan kebenaran dan disibukkan oleh berbagai aktivitas dalam Islam. Apabila Anda teguh di atas kebenaran dan sabar menghadapi berbagai ujian, niscaya kepedihan akan sirna, kelelahan akan hilang, dan yang tersisa bagi Anda adalah ganjaran dan pahala insya Allah.
Tidakkah Anda lihat, seseorang yang menunaikan shiyam di hari yang sangat panas, bukankah lapar dan dahaganya sirna seketika saat setetes air melewati kerongkongannya seraya mengucapkan doa yang diajarkan oleh Nabi saw
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
“Telah sirna haus dahaga, telah basah kerongkongan, dan telah tetap pahala insya Allah.
Begitu pun bersamaan dengan langkah pertama Anda di dalam surga akan hilang segala kelelahan yang pernah Anda rasakan, segala keresahan yang menimpa Anda, dan segala luka yang Anda dapatkan di jalan Allah. Akan dikatakan kepada Anda, Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak mengenakkan? Lalu Anda menjawab -setelah Anda merasakan sekejap saja nikmatnya surga, Demi Allah, tidak wahai Rabbi! Aku tidak melihat sesuatu pun yang tidak mengenakkan.
Kelelahan dan kepedihan Anda telah usai.
Semuanya telah berubah menjadi kegembiraan, kesejahteraan, dan kesenangan. Ganjaran dan pahala telah nyata bagi Anda, dan Allah akan menambahkan lagi dari karunia-Nya. Juga, Dia akan memuliakan Anda dengan kemuliaan sesuai dengan kemuliaan dan kepemurahan-Nya. Di saat itulah Anda akan berandai-andai jika saja usaha Anda di jalan dien ini lebih banyak dan lebih banyak lagi. Jika saja bangun Anda di waktu malam karena Allah lebih dan lebih banyak lagi. Jika saja kepergian Anda menjauhi dunia lebih banyak lagi.
Jika saja pengorbanan Anda di jalan Allah ini lebih dan lebih. Bahkan Anda berandai-andai -seperti seorang syahid-, andaisaja Anda dikembalikan ke dunia dan terbunuh di jalan Allah, lalu dihidupkan, lalu terbunuh, lalu dihidupkan, lalu terbunuh lagi, disebabkan Anda telah menyaksikan karunia dan kemuliaan yang dianugerahkan oleh Allah kepada para syuhada.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Wasiat Ibnu Jarroh al Ghomidy Ahmad al Haznawy
As Syahid (Biidznillah Insya Allah) : Ibnu Jarroh al Ghomidy Ahmad al Haznawy ( Salah Seorang Pelaku Peledakan Mubarok 11 September 2001 ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar